Sabtu, 08 Maret 2025
UKS BUKAN FASILITAS EKSKUL
UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) adalah fasilitas yang wajib disediakan oleh sekolah karena berperan penting dalam menjaga kesehatan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. UKS bukan hanya sekadar ruang perawatan sementara atau tempat istirahat bagi siswa yang sakit, tetapi juga merupakan bagian dari sistem pendidikan kesehatan di sekolah.
Apa sebenarnya fungsi UKS
1. UKS berfungsi sebagai tempat pertolongan pertama bagi siswa yang mengalami cedera ringan, pingsan, atau masalah kesehatan lainnya sebelum mendapatkan perawatan lebih lanjut.
2. Dengan adanya UKS, sekolah dapat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin seperti cek gigi, mata, atau skrining kesehatan lainnya.
3. UKS berperan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada siswa, seperti cara menjaga kebersihan diri, pola makan sehat, dan pencegahan penyakit menular.
4. UKS adalah bagian dari program kesehatan sekolah yang didukung oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan siswa.
5. Dengan adanya UKS, sekolah bisa lebih cepat mendeteksi dan menangani penyakit menular, sehingga mengurangi risiko penyebaran di lingkungan sekolah.
Karena fungsinya yang krusial, UKS seharusnya tidak diperlakukan sebagai fasilitas tambahan atau hanya untuk ekstrakurikuler, tetapi sebagai bagian integral dari sistem pendidikan di sekolah.
Kamis, 30 Januari 2025
Audi et Alteram Partem* Keadilan dalam Menerima Pengaduan
Saat kuliah hukum ada yang namanya Audi et Alteram Partem sebuah pinsip hukum yang berarti "dengarkan juga pihak lainnya," yang menekankan bahwa setiap pihak yang dituduh harus diberi kesempatan untuk menjelaskan atau membela diri. Teringat kasus bu Supriani guru SD yg diseret ke pengadilan karena tuduhan penganiayaan siswanya. Terlepas dari salah atau tidak. Ada catatan menarik bahwa ada unsur penting dalam peristiwa ini yaitu prinsip praduga tak bersalah juga istilah diatas yang saya jadikan judul tulisan ini.
Saya punya banyak teman guru di seantero nusantara, menanggapi kasus bu supriani dengan studi kasus di tempat kerja masing-masing. Kalo bu supriani ini kemudian selamat dari jeratan hukum karena banyak fihak di luar tempat kerjanya yg mau mengorbankan segalanya demi menyelamatkan kehormatan seorang guru. Ternyata ada kecenderungan dari berbagai cerita , ada teman sekerja yg ingin mendorong sebuah tuduhan terhadap teman gurunya menjadi lebih berat dan memberatkan. Bagaimana ini bisa terjadi dan apa sebenarnya yg harus difahami oleh kita tentang bahayanya.
Penerimaan pengaduan tanpa konfrontir bisa berbahaya karena dapat menyebabkan ketidakadilan, kesalahpahaman, dan potensi penyalahgunaan sistem pengaduan. Berikut beberapa bahayanya:
#Tuduhan Tanpa Bukti yang Jelas
Jika pengaduan diterima tanpa dikonfrontir dengan pihak yang dituduh, ada risiko orang yang tidak bersalah menjadi korban fitnah atau kesalahan.
#Pelanggaran Prinsip Keadilan
Dalam prinsip keadilan, semua pihak berhak didengar. Tanpa konfrontasi, pihak yang dituduh tidak mendapatkan kesempatan untuk membela diri.
# Menyebabkan Ketakutan dan Ketidakpastian
Jika pengaduan bisa langsung diterima tanpa verifikasi, hal ini bisa menciptakan ketakutan dalam lingkungan kerja, organisasi, atau masyarakat karena siapa pun bisa dituduh tanpa proses yang jelas.
#Potensi Penyalahgunaan
Sistem pengaduan yang tidak mengharuskan konfrontasi bisa disalahgunakan oleh pihak yang ingin menjatuhkan seseorang dengan alasan pribadi, politik, atau persaingan bisnis.
#Pengambilan Keputusan yang Tidak Akurat
Tanpa mendengar semua sisi cerita, keputusan yang diambil bisa tidak adil dan berdampak buruk bagi individu maupun institusi yang terlibat.
Penerimaan pengaduan tanpa konfrontir bisa berbahaya karena dapat menyebabkan ketidakadilan, kesalahpahaman, dan potensi penyalahgunaan sistem pengaduan. Berikut beberapa bahayanya:
#Tuduhan Tanpa Bukti yang Jelas
Jika pengaduan diterima tanpa dikonfrontir dengan pihak yang dituduh, ada risiko orang yang tidak bersalah menjadi korban fitnah atau kesalahan.
#Pelanggaran Prinsip Keadilan
Dalam prinsip keadilan, semua pihak berhak didengar. Tanpa konfrontasi, pihak yang dituduh tidak mendapatkan kesempatan untuk membela diri.
#Menyebabkan Ketakutan dan Ketidakpastian
Jika pengaduan bisa langsung diterima tanpa verifikasi, hal ini bisa menciptakan ketakutan dalam lingkungan kerja, organisasi, atau masyarakat karena siapa pun bisa dituduh tanpa proses yang jelas.
#Potensi Penyalahgunaan
Sistem pengaduan yang tidak mengharuskan konfrontasi bisa disalahgunakan oleh pihak yang ingin menjatuhkan seseorang dengan alasan pribadi, politik, atau persaingan bisnis.
#Pengambilan Keputusan yang Tidak Akurat
Tanpa mendengar semua sisi cerita, keputusan yang diambil bisa tidak adil dan berdampak buruk bagi individu maupun institusi yang terlibat.
#Merusak Kepercayaan pada Sistem Pengaduan
Jika sistem pengaduan terlalu mudah dimanipulasi, lama-kelamaan kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme pengaduan akan menurun, sehingga kasus-kasus yang benar-benar penting pun bisa diabaikan.
Solusi yang Lebih Adil
Verifikasi Pengaduan: Pastikan ada bukti pendukung sebelum pengaduan diproses lebih lanjut.
Konfrontasi yang Adil: Berikan kesempatan bagi pihak yang dituduh untuk memberikan klarifikasi.
Pendekatan Netral: Gunakan mekanisme investigasi yang objektif dan transparan.
Dengan langkah-langkah ini, sistem pengaduan bisa tetap efektif tanpa mengorbankan prinsip keadilan.
#Merusak Kepercayaan pada Sistem Pengaduan
Jika sistem pengaduan terlalu mudah dimanipulasi, lama-kelamaan kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme pengaduan akan menurun, sehingga kasus-kasus yang benar-benar penting pun bisa diabaikan.
Hedi Hidayat
Rabu, 29 Januari 2025
CINTA ALLOH UNTUK PENDOSA
Hari itu 3x saya melakukan transaksi halal di 3 tempat jualan dan jasa orang yg berujung subhat ( mungkin) . Semuanya soal kekurangsiapan membayar nominal tagihan tak biasa, tapi ditutup dengan pemakluman " Ooohh udahlah pak , kalo uangnya bawa segitu, segitu aja saya ridho" kurang lebih begitulah ijab kobul penutup yg sebelumnya saya sela *"pak ngomong ya kalo kekurangannya harus saya bayar"*
Karena sesuai kebiasaan dan harga kesepakatan uang yg saya bawa tak sesuai tagihan. Kalo ditotal saya tidak memenuhi harapan 3 tagihan tersebut sebesar 70.000.
Dan inilah!!! (jreng..jreng).... kalopun yg nagih bilang ridho , jangan pernah menyepelekannya , karena BESOK MALAMNYA , saya kehilangan motor seharga 30juta yg 3 hari sebelumnya baru lunas dari cicilan 3 tahun.
Pesannya :
1. Yakinlah apapun yg terjadi itu tak akan lepas dari kehendak Alloh Swt
2. Sekuat apapun genggaman kita untuk mempertahankan setiap rupiah yg ada ditangan, apalagi yg belum digenggam ) tak ada artinya dengan apa yg akan kita terima.
3. Jangan berprasangka buruk , seperih apapun Alloh berikan rasa sakit , hakikatnya itu rasa sayang yg bahkan bakal menyelamatkan dunia dan akhirat kita.
4. Sekecil apapun nilainya, dan sebesar apapun keyakinannya. Kalo itu menyangkut hak orang jangan menyepelekannya.
5. Ketakutan kehilangan itu cuma ilusi dan rayuan gombal iblis laknatulloh... sering2lah disaat yg spt itu berbisik mesra sama yang MAHA KAYA
" Engkaulah Maha Pemilik dan Pengatur Segalanya"
6. Usahakan untuk memenuhi hak dan harapan orang saat kita bertransaksi, kalopun secara lisan seperti tidak terpaksa menerimanya.
Begitulah yg saya sadari, rasakan dan ihktiarkan ditengah kegalauan kehilangan motor kesayangan.
Setelah membayar semua sisa tagihan dengan ekpresi heran ketiganya, 2hari kemudian dapat panggilan mesra dari asuransi "pak ini asuransi bapak cair" padahal sebelumnya di intimidasi "motor yg sudah lunas tak ada ceritanya dapat asuransi pak!!😡
Semoga Alloh menyayangi kita disaat taat didekatNya ataupun saat tenggelam jauh dalam dosa. Aaamiin...
Sabtu, 21 Desember 2024
DONGKRAK NILAI, KETIDAKBERDAYAAN GURU
Hedi Hidayat_ Ketua FGMN PPkn
Menjelang datangnya kebahagiaan untuk mendapatkan liburan adea cerita memilukan guru tentang ketidakberdayaan menghadapi tekanan untuk mendongkrak nilai siswa Salahsatu penyebabnya adalaht tekanan dari sistem pendidikan . Nilai siswa "harus didongkrak" biasanya muncul karena tekanan dari berbagai pihak yang memprioritaskan angka sebagai indikator keberhasilan pendidikan Kebijakan administratif dalam sistem pendidikan kita kadang memprioritaskan nilai tinggi sebagai indikator keberhasilan, tanpa memperhatikan proses belajar. Pada akhirnya s ekolah sering khawatir terhadap citra institusi sehingga mengutamakan angka yang "indah" daripada pencapaian sesungguhnya. Sistem ujian nasional atau standar kelulusan yang terlalu kaku memaksa guru untuk memastikan semua siswa lulus, meskipun mereka sebenarnya belum memahami materi. Nilai yang tidak mencerminkan kemampuan siswa sebenarnya membuat proses belajar menjadi kurang bermakna.Siswa tidak belajar untuk menghadapi tantangan sebenarnya dan mungkin kesulitan di tingkat pendidikan berikutnya atau dunia kerja.Guru terus-menerus berada di bawah tekanan untuk memenuhi ekspektasi yang tidak realistis.
Jika di telaah tekanan Orang tua juga yang sering kali menuntut nilai tinggi sebagai tolok ukur keberhasilan anak mereka, tanpa memahami perjuangan siswa atau guru. Selain itu dalam beberapa kasus, siswa tidak memiliki motivasi belajar atau kapasitas yang cukup, sehingga guru merasa perlu memberikan nilai tambahan agar siswa tetap dapat mengikuti sistem.
Lalu ini yang salah siapa ? Kesalahan tidak hanya terletak pada individu guru, tetapi juga pada sistem yang memaksa mereka untuk memprioritaskan hasil (nilai) daripada proses pendidikan yang berkualitas. Namun, semua pihak—pemerintah, manajemen sekolah, orang tua, dan masyarakat—harus introspeksi dan bekerja sama menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat.
Solusinya apa diantaranya merubah sistem penilaian yaitu fokus pada penilaian berbasis kompetensi, bukan hanya angka. Menggunakan pendekatan penilaian berbasis kompetensi (kompetency-based assessment) untuk mengukur pemahaman siswa secara lebih holistik. Selanjutnya mengurangi Ketergantungan pada nilai dengan penekanan pentingnya proses belajar, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan praktis, bukan sekadar angka. Sosialisasi dan mendidik orang tua dan masyarakat bahwa nilai hanyalah salah satu aspek dari pendidikan, bukan tujuan utama.
Minggu, 15 Desember 2024
GURU IKUT PEMILIHAN KETUA OSIS, TIDAK FAHAM ATAU LUCU-LUCUAN
Hedi Hidayat
Ketua FGMN PPKn.
Memasuki semester kedua tahun pelajaran , dibeberapa sekolah/madrasah akan disibukan dengan penyelenggaraan pemilihan ketua OSIS.Dari pantauan penulis hampir semua mempraktekan guru sebagai bagian dari pemilih dengan berbagai alasan.
Ironis , terlihat awam sekaligus lucu , jika seorang guru ikut memilih dalam pemilihan Ketua OSIS, karena hal itu menunjukkan kurangnya pemahaman tentang prinsip demokrasi. Demokrasi dalam pemilihan OSIS dirancang untuk memberikan siswa kesempatan belajar menjadi pemimpin, mengambil keputusan secara mandiri, dan memahami proses demokrasi yang sebenarnya.
Secara kasat mata guru yang ikut memilih dapat dianggap sebagai pelanggaran demokrasi karena mengganggu kedaulatan pemilih yaitu siswa.Dalam demokrasi, kekuasaan memilih seharusnya ada di tangan mereka yang diwakili, yaitu siswa. Ketika guru ikut memilih, ini mengintervensi hak siswa untuk menentukan pemimpin mereka sendiri. Selain itu praktek ini nengaburkan peran guru. Guru seharusnya berperan sebagai fasilitator yang mendukung siswa memahami nilai-nilai demokrasi, bukan sebagai peserta yang terlibat langsung dalam proses pemilihan. Yang lebih berpotensi adalah guru yang memilih mungkin memiliki pengaruh tidak langsung terhadap siswa lain, yang dapat mencederai prinsip pemilihan bebas dan adil
Sesungguhnya tidak ada yang salah secara hukum jika seorang guru ikut memberikan masukan atau pandangan terkait pemilihan OSIS, asalkan mereka bersikap netral, tidak memengaruhi siswa secara langsung, dan menghormati proses demokratis. Namun, dalam konteks pendidikan pemilihan OSIS adalah bagian dari pembelajaran demokrasi bagi siswa. Jika guru ikut memilih, ada risiko memengaruhi hasil karena guru memiliki otoritas dan pengaruh yang besar terhadap siswa.
Agar tidak mengaburkan peran guru, guru bisa berperan sebagai pengawas proses pemilihan, memberikan arahan terkait tata cara pemilihan yang sesuai dengan prinsip demokrasi, agar dapat mendidik siswa dengan lebih baik tanpa merusak esensinya. Jika diteruskan, hal semacam ini justru memberikan contoh buruk bagi siswa tentang cara kerja demokrasi.
Sabtu, 16 November 2024
KEBERFIHAKAN MENTERI BARU TERHADAP PRAMUKA
Ramai di media soal pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengan , Abdul Mu'ti yang berharap bisa menghidupkan kembali Pramuka sebagai bagian dari pendidikan karakter, para pelajar dapat mengembangkan sikap-sikap positif yang penting untuk membangun masa depan bangsa.
Kebijakan yang mungkin akan diambil olehnya mungkin pada saatnya akan dianggap berfihak dan bermanfaat pada perkembangan dan masa depan Gerakan pramuka atau hanya sekedar kebijakan yg seperti sebelumnya.Apakah nantinya sekedar kebijakan formalistik atau punya nilai strategis.
Kebijakan formalistik membantu menanamkan identitas dan rasa kebersamaan di kalangan anggota Pramuka.Memudahkan pengenalan Pramuka di masyarakat sebagai organisasi resmi yang memiliki ciri khas. Dapat meningkatkan kedisiplinan dan rasa bangga sebagai bagian dari Pramuka.
Hanya biasanya punya keterbatasab yang fokus pada simbol atau penampilan saja, tanpa menjamin adanya peningkatan substansi kegiatan.Membebani sebagian keluarga atau sekolah jika biaya seragam terlalu mahal.Tidak langsung mendukung pengembangan keterampilan atau karakter anggota.
Sedangkan kebijakan strategis seperti yg berkaitan dengan regulasi dan anggaran, bermanfaat memberikan landasan hukum yang kuat untuk pengembangan Gerakan Pramuka, misalnya melalui Undang-Undang, Peraturan Daerah, atau kebijakan pemerintah.
Penyediaan anggaran memungkinkan pelaksanaan program pelatihan, kegiatan lapangan, dan pengembangan sumber daya Pramuka.
Mendukung program-program Pramuka yang langsung berdampak pada pembentukan karakter, keterampilan kepemimpinan, dan pemberdayaan masyarakat.
Memperkuat sinergi antara Pramuka dengan lembaga lain, seperti sekolah, pemerintah, atau dunia usaha.
Kebijakan strategis juga punya keterbatasan seperti membutuhkan waktu lebih lama untuk merancang, mengesahkan, dan mengimplementasikan regulasi atau alokasi anggaran.Memerlukan pengawasan agar anggaran dan regulasi benar-benar digunakan untuk hal yang bermanfaat.
Pada akhirnya kebijakan strategis dalam bentuk regulasi dan anggaran lebih bermanfaat dalam jangka panjang, karena memberikan dampak yang lebih mendalam dan berkelanjutan bagi pengembangan Gerakan Pramuka. Kebijakan formalistik, seperti mewajibkan seragam, bisa menjadi pendukung identitas organisasi, tetapi manfaatnya lebih terbatas pada aspek permukaan.
Untuk hasil terbaik, pengambil kebijakan idealnya menggabungkan keduanya: menetapkan kebijakan formalistik sebagai elemen pendukung yang dilengkapi dengan kebijakan strategis untuk memperkuat dampak substansial Pramuka di masyarakat.
Ditulis oleh:
Hedi Hidayat
Sabtu, 28 September 2024
PENTINGNYA KETERLIBATAN SISWA DALAM BELAJAR
PENTINGNYA KETERLIBATAN SISWA
DALAM PROSES KEGIATAN P5RA
Pemilihan projek sebagai salah satu metode penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka memiliki beberapa alasan penting dalam mendukung pengembangan siswa secara holistik. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatanlilaalamin (P5RA) sebagai contohnya yang menjadi bagian integral dari Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), menekankan upaya mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki perilaku sejalan dengan nilai-nilai Pancasila menggunakan Project Base learning sebagi metode pembelajaran utamanya dengan salah satu alasannya yaitu memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, meningkatkan pemahaman dan keterkaitan materi. Metode ini mempunyai potensi penting dalam peningkatan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar dimana siswa lebih termotivasi dan terlibat saat mereka bekerja pada projek yang mereka pilih atau yang relevan dengan minat mereka.
Sayangnya berdasarkan hasil evaluasi banyak temuan menunjukkan bahwa beberapa tema projek tidak relevan dengan minat atau konteks lokal siswa, sehingga mereka merasa kurang tertarik untuk terlibat. Termasuk penggunaan metode pengajaran yang menoton dalam berbagai projek terutama metode yang mengurangi rasa antusiasme siswa dan membuat siswa merasa bosan terutama adanya keterbatasan bahan dan alat pendukung menyebabkan mereka tidak dapat berpartisipasi secara optimal dalam prosesnya.
Ada beberapa alasan kenapa keterlibatan siswa dalam proses belajar sangat penting diantaranya adalah meningkatkan motivasi, memperkuat pemahaman, mendorong kemandirianmeningkatkan keterampilan sosial, meningkatkan hasil belajar serta menumbuhkan keingintahuan anak . Dengan menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pembelajaran yang mereka terima.
Upaya peningkatkan keterlibatan anak dalam proses belajar terutama dalam kegiatan P5RA bisa dilakukan oleh guru dengan berbagai cara yang kreatif dan efektif seperti pembelajaran aktif dengan variasi metode mengajar yang mendorong partisipasi , berikan umpan balik yang konstruktif dan positif yang membantu siswa memahami kemajuan mereka dan area yang perlu diperbaiki. Selain itu menciptakan lingkungan yang mendukung dimana siswa merasa aman untuk mengungkapkan ide dan bertanya. Tak kalah penting selalu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari yang akan meningkatkan minat dan pemahaman dengan memberikan pilihan topik atau cara belajar yang mereka sukai karena memberikan pilihan dapat meningkatkan rasa memiliki dan motivasi.
HEDI HIDAYAT / GURU PPKn dan Koordinator P5RA MTSN 2 Purwakarta
Langganan:
Komentar (Atom)
